Tampilkan postingan dengan label Browser. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Browser. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Maret 2011

Chromium, Pendahulunya Google Chrome

Pernah dengar browser/peramban yang bernama Chromium? Itu adalah ‘bapaknya’ google chrome. Artinya, Google Chrome itu turunan (‘anak’) dari Chromium.
Itu saya ketahui dari hasil googling. Berawal dari rasa penasaran saya akan perbedaan antara keduanya. Awal saya mengenal Chromium yaitu semenjak menginstall sistem operasi Linux Ubuntu pada laptop kesayangan saya (sekitar Juni 2010 silam), di mana Chromium adalah browser yang sudah dibundel pada paket software ‘repository’ Ubuntu.

chrome-vs-chromium

google chrome vs chromium

Dilihat dari tampilan antarmuka dan fitur-fitur menunya, antara Chromium dan Google Chrome nyaris tidak berbeda. Yang terlihat beda cuma logonya. Perhatikan gambar logo masing-masing.

chromium-ubuntu

chromium di linux ubuntu

google-chrome-ubuntu

google chrome di linux ubuntu
Dua gambar di atas ialah ‘screenshot’ kotak menu About masing-masing browser pada sistem operasi Linux Ubuntu 10.10 laptop saya. Sedangkan 2 gambar di bawah ini adalah ‘screenshot’ kotak menu kedua browser pada sistem operasi Windows XP (di laptop saya juga).

chromium-windows

chromium di windows

chrome-windows

google chrome di windows

Lalu, apa sih perbedaan lainnya antara Chromium dan Google Chrome?

Pada awalnya sebuah proyek pembuatan web browser ‘open source’ bernama Chromium didirikan untuk membuat browser yang ‘open source’. Kemudian Google mengambil ‘source code’ Chromium proyek tersebut untuk membuat browser baru dengan menambah beberapa fitur tambahan, seperti tambahan nama, yang kemudian menjadi Google Chrome.
Singkat kata, Google Chrome merupakan Chromium yang dipaket dan didistribusikan oleh Google dengan menambah beberapa fitur. Proyek Chromium sendiri masih terus berjalan dan masih juga digunakan Google untuk meng-update Google Chrome.

Chromium itu adalah proyek ‘open source’ di belakang google chrome. Sama kondisinya seperti safari dan webkit. Chromium yg ‘opensource’ itu oleh Google diambil, [entah diubah apa lagi kalo ada], dicompile, lalu dirilis binary versionnya ke publik.

Sumber → Perbedaan Chromium dan Google Chrome

Kamis, 24 Maret 2011

Setting Mozzila Firefox Untuk Mendapat Hasil Yang Maksimal

Browser Mozilla merupkan web browser yang paling cepat dari segi search engine. Banyak fitur yang dimiliki oleh browser yang satu ini. Secara default browser ini sudah sangat kenceng. Agar memiliki kecepatan yang lebih lagi Mozilla ini dapat kita ubah dari segi configurasinya. Untuk masuk dalam konfigurasi Mozilla kita dapat mengetikan dalam address bar yaitu dengan kata
"about:config". Tanda petik tidak berlaku, itu cuma biar lebih gampang. Setelah masuk dalam konfigurasi Mozilla apa yang selanjutnya kita lakukan ? mungkin bagi para pemula pengguna Mozila sangat bingung. Ini ada beberapa trik agar Mozilla anda bekerja lebih cepat. Langkah awal yaitu :
nglayout.initialpaint.delay
* Description: time to wait before an initial reflow attempt during page rendering
* Type: integer
* Unit: milliseconds
* Default: 250
* Recommendation: keep in synch with content.notify.interval

content.notify.ontimer
* Description: enable timer-based reflows during page rendering (?)
* Type: boolean
* Default: true
* Recommendation: leave on default

content.notify.interval
* Description: time steps for the initial reflows defined by content.notify.backoffcount
* Type: integer
* Unit: milliseconds * 1000 (?)
* Default: 120000


content.switch.threshold
* Description:
* Type: integer
* Unit: milliseconds * 1000
* Default: 750000
* Additional Info: nsHTMLContentSink.cpp
* Recommendation: keep in synch with nglayout.initialpaint.delay and content.notify.interval

content.maxtextrun
* Description: (?)
* Type: integer
* Unit: kilobytes (?)
* Default: 8191
* Additional Info: nsHTMLContentSink.cpp, Bug 77540
* Recommendation: leave on default.

content.interrupt.parsing
* Description: enable interruption of parsing to return to the application's event loop from time to time (?)
* Type: boolean
* Default: true
* Recommendation: leave on default.

content.max.tokenizing.time
* Description: time after which parsing is interrupted to return to the application's event loop (?)
* Type: integer
* Unit: milliseconds * 1000 (?)
* Default: 3 * content.notify.interval
* Example: 2250000
* Additional Info: nsHTMLContentSink.cpp, Bug 76722
* Recommendation: leave on default. Lowering this might make Firefox more responsive during loading of large pages, but might also raise total page load times. If you change this, make it a multiple of content.notify.interval.


network.http.max-persistent-connections-per-server
* Description: maximum number of persistent (keep-alive) connections per server.
* Type: integer
* Default: 2 (as per recommendation in HTTP/1.1 specification)
* Recommendation: none


network.http.max-persistent-connections-per-proxy
* Description: maximum number of persistent (keep-alive) proxy connections.
* Type: integer
* Default: 4 (as per recommendation in HTTP/1.1 specification)
* Recommendation: none


network.http.max-connections-per-server
* Description: maximum number of HTTP connections of any type to a single server.
* Type: integer
* Default: 8
* Recommendation: none

network.http.pipelining
* Description: enable pipelining for non-proxy connections.
* Type: boolean
* Default: false
* Additional Info: might still lead to problems with servers that don't support pipelining correctly and that are not on the internal blacklist.
* Recommendation: true

network.http.proxy.pipelining
* Description: enable pipelining over a proxy.
* Type: boolean
* Default: false
* Additional Info: see network.http.pipelining.
* Recommendation: true


network.http.pipelining.maxrequests
* Description: maximum number of consecutive requests in one pipeline.
* Type: integer
* Limit: 8
* Default: 4
* Additional Info: nsHTTP.h. Optimal value depends on connection bandwidth/latency.
* Recommendation: 8. While it doesn't hurt to set it to 100 like in other tweak examples, it will have no effect whatsoever because of the mentioned limit.


network.http.pipelining.firstrequest
* Description: enable pipelining on first request to a server.
* Type: boolean
* Default: false
* Additional Info: since it doesn't seem to get picked up anywhere in the source, this preference doesn't seem to be used. First requests are obviously never pipelined.
* Recommendation: do not use this preference. While it probably doesn't hurt, it will have no effect either.


browser.cache.memory.capacity
* Description: amount of memory assigned to memory cache.
* Type: integer
* Unit: kilobytes
* Default: 4096 in older builds, dynamically assigned depending on total amount of memory in newer builds (?).
* Recommendation: set this to a high fixed value if you have enough RAM to noticeably improve back/forward button performance while going many steps back/forward (?)


browser.cache.disk.capacity
* Description: amount of disk space assigned to disk cache.
* Type: integer
* Unit: kilobytes
* Default: 50000
* Recommendation: none


browser.cache.disk_cache_ssl
* Description: switch to enable caching of objects served over a secure connection (SSL).
* Type: boolean
* Default: false
* Recommendation: true on systems where it is secure to cache these objects.


browser.cache.disk.parent_directory
* Description: path to parent directory of Firefox' disk cache.
* Type: string
* Default: profile folder
* Additional Info: use double backslashes as path separators in Windows. Not existing directories will be created if they don't exist.
* Example: E:\\Folder1\\Folder2
* Recommendation: none


browser.xul.error_pages.enabled
* Description: use an error page instead of a modal dialog when a connection error occurs.
* Type: boolean
* Default: false
* Additional Info: Bug 28586. This is not enabled by default because the implementation lacks some functionality.
* Recommendation: true (in combination with Show Failed URL)

Jika semua sudah dimasukkan, mungkin anda perlu mencoba yang satu ini

browser.turbo.enabled
tipe: boolean = true

Selain itu Mozilla juga memiliki ekstensi yang dapat ditambahkan dengan :
copi fasterfox.xpi ke dalam ekstensi mozilla yaitu dalam folder ekstensi program mozilla di instal. Selain itu anda juga dapat menambahkan add muncher yang membantu dalam loading we pagenya. Semoga trik ini dapat membantu anda semua.

Minggu, 28 November 2010

Bahaya Internet Explorer


Awas, Celah Berbahaya di Internet Explorer

SAN FRANSISCO, SENIN - Pengguna browser web Internet Explorer versi berapapun pantas waspada dengan ancaman serangan melalui celah keamanan yang baru ditemukan. Sebab, lubang keamanan yang dapat dimanfaatkan untuk menyusupkan program berbahaya untuk mengeksploitasi komputer korban belum diperbaiki sampai saat ini.

Microsoft masih melakukan investigasi terhadap celah kelemahan tersebut dan berupaya mengatasinya. Paket program penambal (patch) darurat bahkan tengah disiapkan di luar paket keamanan yang biasa dirilis secara rutin.

Dalam pemberitahuan di halaman advisory-nya, Microsoft meminta pengguna browser web untuk melakukan pengetatan standar keamanan agar serangan dapat ditekan. Meski ditemukan pada IE versi 7 potensi kelemahan juga mengancam versi sebelumnya.

Rabu, 24 November 2010

Firefox 4 Dukung Tampilan Gambar 3D

Mozilla secara signifikan meningkatkan kinerja browser mereka dari versi beta terbaru yang ke 7 dari Firefox 4. Apa saja kelebihannya?

Secara keseluruhan, Mozilla menambahkan sebuah Iterasi terbaru bernama JägerMonkey (JIT) compiler JavaScript, yang merupakan dukungan untuk grafis hardware accelerated untuk OS X dan Windows. Fitur ini memungkinkan kemampuan menampilkan gambar 3D tanpa perlu plug in via WebGL.

"Dengan Firefox SpiderMonkey JavaScript sekarang menggabungkan compiler JIT JägerMonkey baru, yang bersama dengan perangkat tambahan ke JIT TraceMonkey yang ada dan penerjemah SpiderMonkey's, menambahkan hingga kecepatan yang benar-benar memamerkan aplikasi Web yang kay," jelas insinyur di Mozilla Jay Sullivan.

"Anda akan melihat ini lebih cepat waktu start-up, meningkatkan kecepatan beban halamandan kinerja aplikasi web," tambahnya.

Menurut Sullivan, dukungan untuk grafis hardware accelerated juga membantu mengoptimalkan dan meningkatkan kinerja browser.

"Ini memungkinkan website untuk memuat dan merespon lebih cepat untuk konten yang kaya dan interaktif seperti web, aplikasi permainan atau foto," sebutnya.

"Pada Windows termasuk Windows XP, akselerasi hardware dilakukan dengan menggunakan teknologi DirectX; di Mac OS X, itu dilakukan dengan menggunakan OpenGL," tandas Sullivan. (Okezone/TGDaily)

Rabu, 13 Oktober 2010

Opera: Browser Kami Paling Cepat

Ditulis pada 04 Maret 2010 oleh alexpangestu
Tampilan Opera 10.50
Tampilan Opera 10.50
Browser Opera versi 10.50 diklaim Lars Boilesen, Opera CEO, sebagai browser tercepat pada sistem yang memakai sistem operasi Windows. “Opera 10.50 adalah browser tercepat hampir pada semua pengujian kecepatan,” kata Boilesen.
Opera terbaru ini memiliki tampilan baru dan fitur yang disebut dengan “private browsing”, fitur yang bikin kegiatan berinternet tidak tercatat–mirip fitur InPrivate Browsing di Internet Explorer dan Incognito di Chrome. “Lebih penting dari pengujian kecepatan, kami mendesain Opera 10.50 agar mudah digunakan. Fitur unik kami sangat menarik sehingga internet bisa lebih berguna bagi pengguna,” jelas Boilesen lebih lanjut.
Opera 10.50 menggunakan mesin JavaScript baru bernama Carakan. Mereka juga memiliki Vega, pustaka grafis yang baru. “Buat pengguna itu berarti tak perlu menunggu sampai sebuah situs web selesai di-load. Di Windows 7 atau Vista, Opera bisa menyatu dengan Aero Glass dan mendukung Aero Peek serta Jump Lists,” kata Boilesen.

Opera 10.50 juga mengusung fitur Opera Turbo, Unite, dan Link.