Tampilkan postingan dengan label komputer dan jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komputer dan jaringan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Februari 2012

Tips Menjaga Dan Merawat VGA Card






Saat ini banyak bermunculan kartu grafis dengan berbagi merk/chipset, misal Riva TNT, savage, G-Force, Voodoo, dll. Mereka menawarkan fitur yang sangat bagus sesuai dengan teknologi sekarang. Pada prinsipnya kemajuan teknologi yg mereka tawarkan adalah tuntutan dari para konsumen yg membutuhkan tampilan grafis menarik (3D).

Apabila kita sebagai seorang konsumen yg harus terus mengikuti kemajuan kartu grafis yang sangat pesat dengan membelinya, tentu akan membuat kita kedodoran. Apalagi kartu grafis kita tergolong ketinggalan !!! wah sungguh ironis. Namun demikian kita dapat memelihara kartu grafis kita dengan beberapa perawatan yang baik supaya tidak cepat rusak. Caranya adalah sebagai berikut :

1. Kenali tipe VGA yang kita miliki, apakah memakai card PCI ataukah AGP. Kemudian kenali juga chipset VGA kita (ini penting untuk update drivernya)

2. Jangan sering mencopot card VGA, ini bisa merusak konektor di motherboard juga pin pada VGA.

3. Usahakan chipset VGA selalu dingin (memperpanjang umur VGA) dengan memberi heatsing yang baik. Bila perlu tambahkan fan kecil untuk mendinginkan heatsing. Hal ini juga dapat menstabilkan kerja dari kartu grafis.

4. Gunakan fungsi VGA dgn semestinya. Jangan terlalu dipaksakan untuk fungsi tampilan yang lebih tinggi, misal dengan tampilan yg full 3D (kerja VGA jadi berat).

5. Gunakanlah driver VGA terbaru (bisa diperoleh dari situs pembuatnya atau dari toko penjualnya). Atau minimal gunakan driver yang sesuai dengan VGA yg kita miliki. Sehingga VGA dapat berfungsi dengan baik.

Senin, 30 Mei 2011

Cara Mengatasi Error "Chassis intruded, Fatal error system halted"

Kali ini saya akan membahas cara mengatasi "Chassis intruded, Fatal error system halted" berikut ini



Hi. I recently got this mobo and the problem is that on the boot a message appears: "Chassis intruded, Fatal error...system halted". I´ve read a lot about this problem and a tried everything:

- Clear CMOS
- Change slots rams
- Change cpu
- Change chassis intrusion position jumper

Whenever i clear the CMOS or change the cpu i can get into the Bios but at the next boot the problem persists.

Does anybody know how to dolve this problem? (obviously in the Bios there is no option to disable the chassis intrusion funtion, it´s suppossed to be disable if the jumper is in the correct position, but it isn´t really disable).


Tidak usah bingung caranya cukup mudah anda cuma harus CABUT dan PASANG kembali batterai CMOS pada Motherboard selama 1 - 5 Menit

Penampakan Batterai CMOS

Cabut Batterai CMOS seperti gambar diatas, lalu pasang kembali

Kamis, 24 Maret 2011

Kupas Tuntas Bagian , Pengertian, & Sejarah Harddisk

Hard disk atau bisa disebut juga hard drive, fixed disk, HDD, atau cukup hard disk saja, adalah media yang digunakan untuk menyimpan file sistem dan data dalam komputer. Hard disk terdiri atas tiga bagian utama, yaitu piringan magnetik, bagian mekanis, serta head untuk membaca data. Piringan tersebut digunakan untuk menyimpan data, sedangkan bagian mekanis bertugas memutar piringan tersebut.



Jenis hard disk bermacam-macam, tergantung pada kategori yang digunakan. Misalnya, berdasarkan jenis interface-nya, tingkat kece­patan transfer data, serta kapasitas penyimpanan data.
Jenis interface yang terdapat pada hard disk bermacam-macam, yaitu ATA (IDE, EIDE), Serial ATA (SATA), SCSI (Small Computer System Interface), SAS, IEEE 1394, USB, dan Fibre Channel. Jenis interface menentukan tingkat data rate atau kecepatan transfer data. Misalnya, hard disk SCSI memiliki kecepatan transfer ± 5 MHz, artinya mampu melakuan transfer data hingga 5 Mb per detik.
Di antara sekian banyak jenis interface, hanya tiga jenis hard disk yang sering digunakan, yaitu IDE, SATA, dan SCSI. Hard disk SCSI biasanya banyak digunakan pada server, workstation, dan komputer Apple Macintosh mulai pertengahan tahun 1990-an hingga sekarang. Sedangkan hard disk yang banyak digunakan pada komputer personal (PC) adalah jenis SATA.

ATA
AT Attachment (ATA) adalah antarmuka standar untuk menghu­bungkan peranti penyimpanan seperti hard disk, drive CD-ROM, atau DVD-ROM di komputer.
ATA singkatan dari Advance Technology Attachment. Standar ATA dikelola oleh komite yang bernama X3/INCITS T13. ATA juga memiliki beberapa nama lain, seperti IDE dan ATAPI. Karena diperkenalkannya versi terbaru dari ATA yang bernama Serial ATA, versi ATA ini kemudian dinamai Parallel ATA (PATA) untuk membedakannya dengan versi Serial ATA yang baru.
Parallel ATA hanya memungkinkan panjang kabel maksimal hanya 18 inchi (46 cm) walaupun banyak juga produk yang tersedia di pasaran yang memiliki panjang hingga 36 inchi (91 cm). Karena jaraknya pendek, PATA hanya cocok digunakan di dalam komputer saja. PATA sangat murah dan lazim ditemui di komputer.



Nama standar ini awalnya adalah PC/AT Attachment. Fitur utamanya adalah bisa mengakomodasi koneksi langsung ke ISA BUS 16-bit sehingga dinamai AT Bus. Nama ini kemudian disingkat menjadi AT Attachment untuk mengatasi masalah hak cipta.



SATA
SATA adalah pengembangan dari ATA. SATA didefinisikan sebagai teknologi yang didesain untuk menggantikan ATA secara total. Adapter dari serial ATA mampu mengakomodasi transfer data dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ATA sederhana.

Antarmuka SATA generasi pertama dikenal dengan nama SATA/150 atau sering juga disebut sebagai SATA
1. SATA 1 berkomunikasi dengan kecepatan 1,5 GB/s. Kecepatan transfer uncoded-nya adalah 1,2 GB/s. SATA/150 memiliki kecepatan yang hampir sama dengan PATA/133, namun versi terbaru SATA memiliki banyak kelebihan (misalnya native command queuing) yang menyebabkannya memiliki kecepatan lebih dan kemampuan untuk melakukan bekerja di ling­kungan multitask.
Di awal periode SATA/150, para pembuat adapter dan drive meng­gunakan bridge chip untuk mengonversi desain yang ada dengan antarmuka PATA. Peranti bridge memiliki konektor SATA dan memiliki beberapa konektor daya. Secara perlahan-lahan, produk bridge mengakomodasi native SATA. Saat ini kecepatan SATA adalah 3GB/s dan para ahli sekarang sedang mendesain teknologi untuk SATA 6GB/s.
Beberapa fitur SATA adalah:
  • SATA menggunakan line 4 sinyal yang memungkinkan kabel yang lebih ringkas dan murah dibandingkan dengan PATA.
  • SATA mengakomodasi fitur baru seperti hot-swapping dan native command queuing.
  • Drive SATA bisa ditancapkan ke kontroler Serial Attached SCSI (SAS) sehingga bisa berkomunikasi dengan kabel fisik yang sama seperti disk asli SAS, namun disk SAS tidak bisa ditancapkan ke kontroler SATA.
Kabel power dan kabel SATA mengalami perubahan yang cukup signifikan dibandingkan kabel Parallel ATA. Kabel data SATA menggunakan 7 konduktor di mana 4 di antaranya adalah line aktif untuk data. Oleh karena bentuknya lebih kecil, kabel SATA lebih mudah digunakan di ruangan yang lebih sempit dan lebih efisien untuk pendinginan.

SCSI
SCSI (Small Computer System Interface) dibaca “skasi” adalah standar yang dibuat untuk keperluan transfer data antara komputer dan periferal lainnya. Standar SCSI mendefinisikan perintah-perintah, protokol dan antarmuka elektrik dan optik yang diperlukan. SCSI menawarkan kecepatan transfer data yang paling tinggi di antara standar yang lainnya.

Penggunaan SCSI paling banyak terdapat di hard disk dan tape drive. Namun, SCSI juga terdapat pada scanner, printer, dan peranti optik (DVD, CD, dan lainnya). Standar SCSI digolongkan sebagai standar yang device independent sehingga secara teoritis SCSI bisa dite­rapkan di semua tipe hardware.



Berdasarkan tingkat kecepatan putarannya, hard disk jenis IDE memiliki kecepatan putaran 5.400 rpm dan 7.200 rpm. Sedangkan hard disk SCSI mampu berputar antara 10.000 s.d. 12.000 rpm.
Tingkat kecepatan putaran piringan hard disk diukur dalam satuan RPM (rotation per minute/putaran per menit). Semakin cepat putaran hard disk, maka jumlah data yang dapat dibaca oleh head semakin banyak. Demikian pula sebaliknya.
Beberapa merek hard disk yang banyak digunakan, antara lain Western Digital (WDC), Quantum, Seagate, Maxtor, Samsung, IBM, Toshiba, dan Hitachi.

B. Kapasitas Hard Disk
Kapasitas hard disk merupakan hal penting bagi pengguna komputer terutama bagi para pengguna komputer yang banyak menggunakan berbagai aplikasi ‘berat’. Aplikasi semisal desain grafis dan animasi, membutuhan banyak ruang hard disk guna menyimpan file peker­jaannya.

Berdasarkan kapasitas penyimpanannya, jenis hard disk sangat ber­agam. Kapasitas hard disk biasanya dinyatakan dalam satuan GB (Gigabyte) atau 1000 MB (Megabyte), misalnya 40 GB, 80 GB, 120 GB, dan sebagainya. Bahkan saat ini juga telah tersedia hard disk dengan daya simpan hingga sekian Terrabyte atau 1000GB. Kapasitas hard disk yang tersedia di pasaran umumnya cenderung meningkat seiring dengan perkembangan teknologi komputer.

Peningkatan kapasitas hard disk yang sangat cepat menyebabkan harga per MB menjadi sangat murah. Hal ini memungkinkan para pembuat software dan sistem operasi membuat perangkat yang lebih canggih.
Cara utama meningkatkan waktu pengaksesan adalah dengan me­ningkatkan waktu throughput. Adapun untuk meningkatkan kapasitas penyimpanannya, yang harus ditingkatkan adalah kerapatan area di platter.
Kerapatan di area platter ditentukan oleh 2 faktor, yakni kerapatan perekaman (recording density) dan kerapatan track (track density). Kerapatan track mengatur jumlah track yang bisa dipaketkan dalam satu area sementara kerapatan perekaman mengukur jumlah data yang bisa disimpan dalam satu area fisik tertentu.
Pabrikan hard disk saat ini lazim menuliskan ukuran dalam bentuk standar internasional “mega”, “giga”, dan “tera” setelah sebelumnya berbasis binary.

C. Karakteristik Hard Disk
Masing-masing hard disk memiliki karakteristik tersendiri. Karakteristik ini meliputi ukuran fisik hard disk, daya simpan, tingkat konsumsi daya, tingkat transfer rate, dan sebagainya.
Kapasitas hard disk saat ini biasanya dinyatakan dalam satuan Gigabytes. Pada beberapa jenis hard disk model lama, masih meng­gunakan satuan Megabytes.
Ukuran fisik hard disk biasanya dinyatakan dalam satuan inchi. Hard disk yang ada saat ini umumnya memiliki ukuran 3.5” atau 2.5” yang digunakan pada komputer dekstop dan laptop. Hard disk dengan ukuran 2.5” memiliki kecepatan dan daya simpan yang lebih rendah, namun lebih ekonomis dalam hal konsumsi daya listrik dan relatif lebih tahan terhadap guncangan. Pada awal tahun 2007, hard disk SATA dan SAS 2.5” mulai dijual untuk keperluan komputer desktop dan server.



Revolusi ukuran fisik hard disk secara signifikan dapat dilihat pada hard disk ATA-7 LIF 1.8”—yang digunakan pada perangkat digital audio player dan subnotebooks—dengan kapasitas hingga 100GB, tingkat konsumsi daya yang rendah, serta sangat tahan terhadap guncangan. Sebagai perbandingan, hard disk ukuran 1.8” standar yang digunakan pada slot PCMCIA sebelumnya hanya mampu me­nampung 2 s.d. 5 GB saja.
Selanjutnya, berbagai media penyimpanan berukuran 1” mulai digunakan, misalnya kartu memory CF tipe II yang biasa terpasang pada kamera digital dan perangkat portabel.



Dalam hal tingkat operasi baca tulis (input/output, I/O) per detik, hard disk modern saat ini sudah mampu melakukan 50 akses random atau 100 kali akses secara sekuensial per detik.
Karakteristik hard disk yang lain, yaitu tingkat konsumsi daya, tingkat nouse (dalam ukuran dBA), daya tahan terhadap guncangan, serta tingkat transfer rate (kecepatan transfer rata-rata). Nilai transfer rate hard disk umumnya berkisar antara 44.2 MB/detik hingga 111.4 MB/detik. Sedangkan random access time (kecepatan akses acak) berkisar antara 5 ms hingga 15 ms.

D. Cara Kerja Hard Disk
Hard disk menyimpan data dalam piringan dengan pola tertentu yang disebut sector dan track. Track adalah lingkaran konsentris (concentric circles), sedangkan sector adalah salah satu bagian dalam track tersebut. Data yang tersimpan di dalamnya dapat dibaca kembali dengan cara mendeteksi pola tersebut.



Dalam gambar ilustrasi di atas, track merupakan bagian yang berwarna terang yang mengelilingi hard disk, sedangkan sector adalah bagian kecil yang berwarna gelap. Sebuah sector terdiri atas byte tertentu, misalnya 256 atau 512. Kumpulan beberapa sector disebut dengan istilah cluster. Track dan sector dibuat ketika hard disk tersebut diformat.
Hard disk umumnya terdiri atas sebuah spindle yang merupakan pusat atau sumbu bagi sejumlah piringan tersebut dan sering disebut juga dengan istilah platter, tempat menyimpan data, platter motor, rangkaian elektronis atau circuit board, serta cover penutup yang melindungi komponen bagian dalam hard disk.
Platter terbuat dari bahan non-magnetik biasanya kaca atau alu­minium dan dilapisi dengan lapisan magnetik. Pada jenis hard disk model lama biasanya masih menggunakan iron oxide sebagai bahan magnetiknya. Sedangkan hard disk saat ini kebanyakan sudah meng­gunakan bahan lain, yaitu cobalt-based alloy.
Saat hard disk bekerja, platter tersebut berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi. Data ditulis dan dibaca ke dalam platter melalui read-and-write head yang berada sangat dekat dengan permukaan platter tersebut, dengan cara mendeteksi dan mengatur tingkat magnetis pada permukaan platter secara cepat.

 

Platters dan head
 

Read-and-write head
 


Circuit board pada hard disk
Kapasitas penyimpanan pada sebuah hard disk tergantung pada jumlah platter yang dimilikinya. Semakin banyak jumlah platter, maka kapasitas hard disk biasanya juga semakin besar. Sebagai gambaran, hard disk umumnya memiliki tiga platter dan enam read-and-write head.
Gambar-gambar dari komponen hard disk bisa Anda lihat sebagai berikut.
 

Cover penutup hard disk
 

Platter, head, dan spindle hub motor
 

Platter motor coil
 

Komponen hard disk yang telah diurai
Spindel hard disk menggunakan tekanan udara di dalam hard disk untuk mendukung bagian head agar bisa mengapung ketika platter hard disk sedang bergerak. Lingkungan luar terhubung ke hard disk melalui lubang kecil yang terletak di wadah hard disk tersebut. Lubang tersebut sangat kecil dengan diameter hanya ½ mm.


Oleh karena menggunakan tekanan udara, hard disk biasa tidak bisa dioperasikan di ketinggian yang ekstrim (di atas 3000 meter), untuk keperluan tertentu ada hard disk khusus untuk keperluan peng­operasian di ketinggian.

Minggu, 13 Maret 2011

Perbedaan DDR1 DDR2 DDR3

Mungkin sebagian dari anda masih belum tahu apa perbedaan dari RAM DDR1 dengan RAM DDR2, kalau anda belum tahu saya juga baru tahu akhir-akhir ini saja , untuk itulah bagi yang butuh anda baca artikel ini secara sekasama.

perbedaan dari DDR1,DDR2,dan DDR3 dapat terlihat dari gambar diatas....

Adapun perbedaan pada fisik antara memori jenis DDR dengan jenis DDR2 yang pertama adalah pada jenis chip memori yang digunakan. Pada memori jenis DDR, chip memori (IC)yang digunakan pada board modul memori adalah adalah jenis TSOP (Thin Small-Outline Packege). Bentuknya adalah empat persegi panjag dengan kaki-kaki di sisi kiri dan kanannya. Jarang sekali modul memori DDR yang menggunakan chip memori jenis BGA.

Pada memori jenis DDR2, jenis chip memori yang digunakan adalah tipe BGA (Ball Grid Away). Bentuknya ada yang empat persei panjang, adapula yang berbentuk bujur sangkar. Tetapi, tidak seperti chip memori jenis TSOP, kaki-kaki pada memori jenis BGA tidak terlihat mata karena terletak dibawah chip dan langsung dan langsung ditancapkan ke board modul memori.

Perbedaan secara fisik lainnya yang dapat dilihat secara kasat mata adalah pada notch yang tersedia di board memori di bagian golden finger alias konektor slot memori di motherboard. Pada jenis memori DDR2, notch ini terletak sedikit lebih ke tengah board modul memori, sedangkan pada memori DDR, notch ini terletak sedikit ke arah sisi kanan.

Perbedaan secara fisik terakhir yang dapat dilihat dengan mudah adalah jumlah pin yang digunakan. Memori DDR memiliki pin sebanyak 184 buah (92-pin di setiap sisinya), sedangkan memori jenis DDR2 memiliki pin yang lebih kecil dan padat Jumlahnya 240 buah (120-pin di setiap sisi).

Dari sisi kecepatan, memori jenis DDR2 yang terendah adalah yang memiliki clock speed 200MHz (DDR2 400 atau PC-3200), sedangkan memori jenis DDR adalah yang memiliki clock speed 100MHz (DDR 200 atau PC-1600). Memori jenis DDR tertinggi yang didukung resmi oleh JEDEC (Joint Electron Divice Engineering Council) atau badan standarisasi industri elektronik dan semikonduktor adalah DDR 400 (PC-3200) sedangkan memori DDR2 yang saat ini sudah tercatat sebagai standar memori DDR2 adalah DDR2 400 (PC-3200), DDR2 533 (PC-4300), DDR2 667 (PC-5300), dan DDR2 800 (PC-6400).

Dari sisi kinerja, dengan clock speed yang yang sama, sistem yang menggunakan jenis memori DDR biasanya memiliki kinerja yang relatif sama dengan sistem yang menggunakan memori DDR2. Pada banyak kasus, malah kinerja yang menggunakan memori DDR lebih baik dari pada DDR2. Hal ini dimungkinkan karena latency dan timing memori DDR lebih baik dibandingkan dengan memori DDR2. Tetapi kembali lagi. Memori jenis DDR tidak ada yang diproduksi dengan kecepatan melebihi 600MHz, sedangkan DDR2 masih bsa dipatok pada kcepatan jauh di atas itu. Saat ini ada varian baru lagi dari memori RAM, yakni DDR3 yang memiliki clock speed yang lebih besar dibandingkan dengan DDR2.

Minggu, 28 November 2010

Membuat Proxy dengan FreeProxy 3.92 Build 1640

Jika Anda Dirumah punya 2 atau lebih komputer yang semuanya terkoneksi dalam satu Network dan ingin bisa mengakses internet bersama-sama kayak diwarnet, anda bisa menggunakan sofware yang gratis tentu saja anda harus download dulu di http://www.handcraftedsoftware.org/ jika sudah mendownload dan diinstall di komputer
Adapun langkah-langkah secara cepat sebagai berikut :
1. Asumsinya anda sudah download dan install software freeproxy,buka free proxy kemudia pada tombol Proxies di klik

2. Beri Nama proxy contoh name internet, secara default client port 8080 anda bisa merubahnya terserah yang penting 4
digit ( maximal 5 Digit )

3. Selanjutnya tekan tombol start/stop yang ada di kanan/atas, akan tampak seperti pada gambar dibawah,selanjutnya start
saja service mode

4. Jika Komputer yang kita jadikan server itu tadi bisa internet,Kita tinggal setting di computer lainya ( client ) . Cara settingnya agar bisa akses ke proxy server ikuti langkahnya sebagai berikut :
connection Internet Explorer

setting Ienya Tools>Internet Options > Conections >

Lan Setting > isi dan centang proxy server dengan IP server dan Nomor Port

Jika Menggunakan Mozilla Firefox
Tools>options>Advanced>Network

Isikan Ip address plus Port yang dibuka

Kesimpulannya : Anda harus mempunyai HUB/Switch untuk menghubungkan Beberapa PC ( Network ) setelah itu PC yang digunakan sebagai server harus bisa komunikasi ke luar, dalam hal ini saya menggunakan telkomnet instan sebagai media percobaan, selanjutnya anda tinggal membuat No IP baru yang digunakan untuk komunikasi dalan hal ini saya menggunakan ip publik 192.25.21.222 sebagai ip server.

Cara melihat MAC Address

Apa itu MAC Address ?
MAC address itu. MAC (Medium Access Control) address adalah suatu angka yang sifatnya unik yang terdiri dari 48 bit. Angka ini diperuntukkan bagi NIC (Network Interface Card) dan dikeluarkan oleh vendor dari NIC tersebut. MAC address ini (yang bisa dikatakan sebagai physical address) digunakan untuk keperluan mapping pada komunikasi jaringan yang berbasis TCP/IP.

lantas bagaimana caranya kita mengetahui MAC address, di pc kita, jika kebetulan pc kita memakai windows xp cara mengetahuinya dengan cara,start > run > ketik cmd
lantas ketik C:\>getmac

mac  address

Rabu, 21 April 2010

Kelebihan dan kekurangan dari macam-macam Topologi jaringan

Sebelum saya menjelaskan apa kelemahan dan kelebihan dari tiap-tiap topologi jaringan, saya akan menjelaskan terlebih dahulu tentang apa yang dimaksud dengan topologi jaringan.
Sebenarnya tujuan dari suatu jaringan adalah untuk menyampaikan suatu informasi ke tempat lain. Bentuk-bentuk yang menghubungkan antar jaringan inilah yang disebut topologi jaringan. Macam-macam topologi jaringan yang telah ditemukan ada 6 macam, yaitu topologi bus, topologi bintang, topologi cincin, topologi mesh, topologi hybrid, serta topologi pohon. Dalam postingan ini saya hanya akan menjelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan dari topologi bus, topologi bintang serta topologi cincin.
1. Topologi bus
Ini adalah topologi yang pertama kali digunakan untuk menghubungkan komputer. Ciri dari topologi ini
adalah bahwa tiap komputer dihubungkan dengan kabel yang panjang dengan beberapa terminal. Lalu di setiap ujung kabel harus terdapat sebuah terminator. Saat ini sudah jarang orang memakai topologi ini. Ini dikarenakan sering terjadi tabrakan aliran data. Apabila ada satu komputer yang rusak, maka komputer yang lainnya tidak dapat digunakan sampai kerusakan itu telah diatasi. Kerugian yang lain dari topologi ini adalah kepadatan lalu lintas, deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil serta dibutuhkan repeater jarak jauh. Sedangkan kelebihannya adalah hemat kabel, layout sedrhana, serta mudah dikembangkan.
2. Topologi bintang
Dalam topologi ini, kita menggunakan alat untuk membuat jaringan komputer. Salah satunya adalah switch dan hub. Switch dan hub ini digunakan untuk menghubungkan tiap komputer di dalam jaringan lan. Perbedaan dari switch dan hub ini adalah pada kecepatan transfer data yaitu 100:10. Prinsip dari penggunaan topologi ini adalah kontrol terpusat. Jadi setiap client harus melewati pusat yang di sebut server untuk memakai jaringan ini. Kelebihan dari pemakaian topologi ini adalah paling fleksibel dari topologi lainnya, pemasangan client tidak akan menganggu jalannya jaringan, kontrol terpusat, serta mudah untuk mendeteksi kerusakan. Sedangan kelemahannya adalah boros kabel, perlu penanganan khusus, serta kontrol pusat/hub menjdi bagian yang sangat penting.
3. Topologi cincin
Topologi ini sering disebut juga topologi ring. Dinamakan topologi cincin karena setiap komputer yang terhubung dalam jaringan, membentuk sebuah lingkaran sehingga jaringan ini meyerupai bentuk cincin. Jaringan ini membentuk seperti rangkaian tertutup. Kelebihan dari topologi ini adalah hemat kabel. Sedangkan kekurangannya adalah peka terhadap kesalahan yang terjadi dan pengembangan jaringan lebih kaku.

Jumat, 05 Maret 2010

Kode BIOS

AMI BIOS

1X Bep = kegagalan refresh DRAM .Sistem mempunyai masalah mengakses memori untuk merefreshnya.

2X Bep = kegagalan rangkaian parity. Pada data yang ditransmisikan dalam komputer, biasanya ditambahkan parity bit yang berfungsi untuk mendeteksi dan koreksi error. Pekerjaan ini dilakukan oleh rangkaian parity yang terdapat dalam komputer. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh adanya masalah pada memori atau motherboard.

3X Bep = kegagalan base memori 64K. Base memori 64 K adalah 64 KB memori yang pertama pada RAM. Kegagalan ini bisa disebabkan oleh slot memori yang dikelompokkan dalam modul memiliki chip yang rusak. Hal ini berhubungan dengan kerusakan motherboard.

4X Bep = kegagalan system timer. Kemungkinan ada kesalahan pada satu atau lebih timer yang digunakan untuk mengontrol fungsi-fungsi pada motherboard.

5X Bep = kegagalan prosesor. Dapat disebabkan oleh panas yang berlebih, atau karena prosesor tidak terpasang benar ke dalam socketnya.

6X Bep = kegagalan keyboard controller/gate A20. Keyboard controller adalah chip pada motherboard yang mengendalikan keyboard Anda.

7X Bep = kesalahan pada prosesor.

8X Bep = kegagalan baca/tulis memori display.

9X Bep = kerusakan pada BIOS.

10X Bep = kesalahan pada CMOS.

11X Bep = kegagalan refresh DRAM .Sistem mempunyai masalah mengakses memori untuk merefreshnya.

AWARD BIOS

AWARD lebih menyukai pesan lewat monitor. Tapi ada saatnya video card tidak berfungsi dan pesan ditampilkan menggunakan kode bip tersebut. Oleh karena itu, kode bip pada BIOS tipe ini lebih sedikit. Kode bip pada BIOS ini juga seperti tanda morse, mengkombinasikan bip panjang dan pendek.

1 bip panjang = masalah pada memori. Kemungkinannya adalah memori tidak terpasang dengan benar, atau juga chip memori rusak. Bisa juga berhubungan dengan kerusakan pada motherboard.

1 bip panjang, dan 2 bip pendek = kesalahan pada sistem video. BIOS tidak dapat mengakses sistem video untuk menuliskan pesan error ke layar. Ada beberapa kemungkinan. Anda memasang video card ke sistem yang sudah ada video card on boardnya. Atau Anda menggunakan IRQ yang sudah terpakai untuk video card tersebut sehingga terjadi konflik. Kemungkinan lain, video card tidak terpasang dengan benar.

1 bip panjang, dan 3 bip pendek = sama seperti di atas, ada kesalahan pada video. BIOS tidak dapat mengakses sistem video untuk menampilkan pesan kesalahan ke layar.

Suara bip sambung menyambung = dapat disebabkan oleh memori atau video card.

IBM Bios

1 Short Beep = POST error, review screen for error code.

2 Short Beep = No Power, Loose Card, or Short.

Continuous Beep = No Power, Loose Card, or Short.

Repeating Short Beep = Motherboard issue.

Repeating Short Beep = No Power, Loose Card, or Short.

One Long and one Short Beep = Motherboard issue.

One Long and Two short Beeps = Video (Mono/CGA Display Circuitry) issue.

One Long and Three Short Beeps = Video (EGA) Display Circuitry.

Phoenix Bios

Phoenix BIOS uses beep code patterns to indicate problems. In the table below the ‘-’ indicates a brief pause between beeps.
Example: 1 – 1 – 2 would sound like BEEP
BEEP
BEEP BEEP

BEEP CODE MEANING POSSIBLE CAUSE
1 – 1 – 2 CPU / motherboard failure Bad CPU / motherboard
1 – 1 – 3 CMOS read/write failure Bad motherboard
1 – 1 – 4 BIOS ROM failure Bad BIOS chip
1 – 2 – 1 Timer failure Bad motherboard
1 – 2 – 2 DMA failure Bad motherboard
1 – 2 – 3 DMA failure Bad motherboard
1 – 3 – 1 Memory refresh failure Bad memory
1 – 3 – 2 64K memory failure Bad memory
1 – 3 – 3 64K memory failure Bad memory
1 – 3 – 4 64K memory failure Bad memory
1 – 4 – 1 Address line failure Bad memory
1 – 4 – 2 Parity error Bad memory
1 – 4 – 3 Timer failure Bad motherboard
1 – 4 – 4 NMI port failure Bad motherboard
2 – 1 – 1 64K memory failure Bad memory
2 – 1 – 2 64K memory failure Bad memory
2 – 1 – 3 64K memory failure Bad memory
2 – 1 – 4 64K memory failure Bad memory
2 – 2 – 1 64K memory failure Bad memory
2 – 2 – 2 64K memory failure Bad memory
2 – 2 – 3 64K memory failure Bad memory
2 – 2 – 4 64K memory failure Bad memory
2 – 3 – 1 64K memory failure Bad memory
2 – 3 – 2 64K memory failure Bad memory
2 – 3 – 3 64K memory failure Bad memory
2 – 3 – 4 64K memory failure Bad memory
2 – 4 – 1 64K memory failure Bad memory
2 – 4 – 2 64K memory failure Bad memory
2 – 4 – 4 64K memory failure Bad memory
2 – 4 – 4 64K memory failure Bad memory
3 – 1 – 1 Slave DMA failure Bad motherboard
3 – 1 – 2 Master DMA failure Bad motherboard
3 – 1 – 3 Interrupt controller failure Bad motherboard
3 – 1 -4 Slave IC failure Bad motherboard
3 – 2 -2 Interrupt Controller failure Bad motherboard
3 – 2 – 3

3 – 2 – 4 Keyboard control failure Bad motherboard
3 – 3 – 1 CMOS batter failure Bad CMOS battery
3 – 3 – 2 CMOS configuration error Incorrect setting
3 – 3 – 3

3 – 3 – 4 Video memory failure Bad video card or memory
3 – 4 – 1 Video init failure Bad video card or memory
4 – 2 – 1 Timer failure Bad motherboard
4 – 2 – 2 CMOS shutdown failure Bad motherboard
4 – 2 – 3 Gate A20 failure Bad motherboard
4 – 2 – 4 Unexpected interrupt Bad processor
4 – 3 – 1 RAM test failure Bad memory
4 – 3 – 3 Timer failure Bad motherboard
4 – 3 – 4 RTC failure Bad motherboard
4 – 4 – 1 Serial port failure Bad motherboard
4 – 4 – 2 Parallel port failure Bad motherboard
4 – 4 – 3 Coprocessor failure Bad motherboard or CPU.
9 – 2 – 1 Video adapter incompatibility Use a different brand of video card

Atau ada yang menuliskannya sebagai berikut :

1x-1x-4x: BIOS rusak.
1x-2x-1x: Motherboard rusak.
1x-3x-1x: Masalah RAM, modul tidak terpasang dengan baik.
3x-1x-1x: Motherboard rusak.
3x-3x-4x: Graphic card rusak atau tidak terpasang dengan baik.